- Home
- Kulineran
5 Warung Sunda di Bandung, Ini Bedanya dengan Warteg
Meski sering disamakan dengan warteg, warung Sunda memiliki karakteristik unik yang membedakannya.

SOEAT - Bandung, kota yang dikenal dengan kekayaan kuliner khasnya, memiliki banyak warung Sunda yang menawarkan cita rasa autentik. Meski sering disamakan dengan warteg, warung Sunda memiliki karakteristik unik yang membedakannya.
Berikut adalah lima warung Sunda di Bandung yang wajib dikunjungi, lengkap dengan perbedaan utamanya dibandingkan warteg.
Warung Nasi Ibu Imas
Terletak di Jalan Balonggede No. 67, Warung Nasi Ibu Imas adalah ikon kuliner Sunda di Bandung. Menu seperti ayam bakar, pepes ikan, dan sambal dadak menjadi favorit.
Berbeda dengan warteg yang biasanya menyajikan makanan dalam etalase kaca, warung Sunda ini menawarkan pengalaman makan dengan suasana tradisional khas Sunda, lengkap dengan lalapan segar dan sambal yang dibuat langsung.
Nasi Bancakan Wassalam Abah Barna
Berlokasi di Jalan Trunojoyo No. 62, warung ini menyajikan nasi bancakan dengan konsep makan bersama di atas daun pisang. Hidangan seperti nasi liwet, ikan asin, dan sayur asem menjadi andalan.
Tidak seperti warteg yang cenderung praktis dan cepat, warung Sunda ini mengutamakan pengalaman makan yang lebih santai dan berkesan.
Alas Daun Restaurant
Di Jalan Citarum No. 34, Alas Daun menawarkan konsep unik dengan penyajian makanan di atas daun pisang. Menu seperti ayam goreng, ikan bakar, dan sambal ijo menjadi daya tarik utama.
Warung Sunda ini menonjolkan suasana alami dan tradisional, berbeda dengan warteg yang biasanya berada di lokasi urban dengan desain sederhana.
Raja Sunda
Raja Sunda di Jalan Dr. Djunjunan No. 63 adalah tempat makan yang menggabungkan cita rasa Sunda dengan suasana modern. Menu seperti gurame bakar, karedok, dan nasi timbel menjadi favorit pengunjung.
Dibandingkan dengan warteg, warung Sunda ini menawarkan pengalaman makan yang lebih premium dengan dekorasi khas Sunda.
Saung Rengganis
Terletak di kawasan Punclut, Saung Rengganis menawarkan pemandangan alam yang menakjubkan. Menu seperti nasi tutug oncom, pepes tahu, dan sayur lodeh menjadi pilihan utama.
Warung Sunda ini memberikan pengalaman makan di saung bambu, berbeda dengan warteg yang lebih fokus pada efisiensi dan kepraktisan.
Perbedaan utama warung Sunda dan warteg
Meski sama-sama menyajikan makanan rumahan, warung Sunda dan warteg memiliki perbedaan signifikan. Warung Sunda biasanya menonjolkan cita rasa khas daerah dengan penyajian tradisional, seperti penggunaan daun pisang dan lalapan segar. Suasananya juga lebih santai dan sering kali berada di lokasi dengan pemandangan alam. Pada warung Sunda, kategori tempat bersantap mulai dari sederhana hingga mewah.
Sementara itu, warteg lebih mengutamakan kepraktisan dengan menu yang sudah siap saji dan harga yang sangat terjangkau. Suasananya pun kebanyakan sederhana, dan tidak terlalu mengutamakan hal-hal sekunder seperti desain interior, konsep pelayanan, dan semacamnya.***