1. Home
  2. Kulineran

Candied Salmon, Manis Gurih yang Lagi Viral di Dunia Kuliner

Dari restoran fine dining hingga konten TikTok dan Instagram, ia muncul sebagai tren baru yang memadukan eksotisme seafood dengan sentuhan manis tak biasa.

Salmon
Candied salmon. (https://www.juneauempire.com)

SOEAT - Biasanya, potongan salmon segar kita kenal dan nikmati sebagai sashimi atau grilled salmon. Kini, hadir dalam bentuk yang sama sekali berbeda: manis, gurih, dan bikin penasaran. Itulah salmon candy alias candied salmon, camilan premium yang belakangan jadi bahan obrolan hangat di dunia kuliner.

Dari restoran fine dining hingga konten TikTok dan Instagram, salmon candy muncul sebagai tren baru yang memadukan eksotisme seafood dengan sentuhan manis yang tak biasa. Prosesnya secara singkat disamakan dengan ikan asin atau abon sebagai olahan ikan, tapi salmon candy menawarkan pengalaman rasa yang lebih modern.

Teksturnya chewy, rasanya manis gurih, dan aromanya khas. Tak heran kalau banyak foodies menyebutnya sebagai “permen mewah dari laut.”

Hidangan ini memiliki tampilan merah muda kemerahan yang mengilap (glaze). Paduan rasanya manis, asin, dan memiliki aroma asap yang kuat.

Apa Sebenarnya Salmon Candy?

Salmon
Salmon. (Pexels/RDNE Stock project)

Ini bukan permen manis biasa. Melainkan, potongan daging salmon yang diproses melalui tahap pengasinan (curing), pengasapan (smoking), dan pemberian lapisan manis (seperti sirup maple atau madu) hingga teksturnya kenyal dan permukaannya terkaramelisasi.

Teknik ini merupakan metode pengawetan tradisional masyarakat adat di wilayah Pasifik Barat Laut (Amerika Utara) yang sudah ada selama ratusan tahun. Proses pembuatan yang benar memakan waktu sangat lama, mulai dari 48 hingga lebih dari 96 jam.

Tahapannya meliputi perendaman bumbu (brining), pengeringan hingga terbentuk lapisan pellicle, serta pengasapan perlahan dengan suhu terkontrol.

Mengapa Salmon Candy Viral?

Salmon
Candied Salmon. (Youtube/Tasyi Athasyia)

Salmon candy menawarkan eksotisme rasa yang unik. Perpaduan manis dan gurihnya jarang ditemukan pada olahan ikan lainnya.

Belum lama ini, di media sosial seperti TikTok dan Instagram yang kerap menjadi mesin penggerak tren, muncul berbagai konten dengan video mukbang salmon candy yang viral. Sebut saja, pemengaruh Tasyi Athasyia yang turut mempopulerkan tren ini.

Salmon
Influencer Tasyi Athasyia dalam salah satu kontennya, membuat resep Candied Salmon selama 96 jam. (Youtube/Tasyi Athasyia)

Visual salmon candy pun menarik. Warna oranye salmon yang glossy setelah dimasak dengan glaze manis membuatnya fotogenik.

Banyak orang juga menyebutnya memiliki premium vibes. Seperti diketahui, salmon sendiri sudah identik dengan makanan mewah. Ditambah konsep “candy”, menjadikannya semakin eksklusif.

Meski berbahan salmon, banyak juga kafe di Jakarta yang menawarkan harga lebih terjangkau. Selain itu, walaupun diolah menjadi candy dan menyimpan beberapa risiko kesehatan, salmon tetap kaya omega-3, protein, dan vitamin.

Tren Salmon Candy di Dunia

Di Indonesia, salmon candy belakangan ini mulai dikenal lewat konten TikTok dan Instagram, serta resto fusion di kota besar seperti Jakarta, Bandung, dan Surabaya. Terlihat pula beberapa chef kreatif yang menggabungkan salmon candy dengan menu Nusantara, seperti salmon candy sambal matah atau rice bowl.

Di dunia, salmon candy sebenarnya sudah lama dikenal. Terutama, di Alaska dan British Columbia sebagai olahan tradisional.

Salmon
Candied Salmon. (Amazon)

Di berbagai negara tersebut, salmon candy biasanya dibuat dengan salmon asap yang dimarinasi gula, madu, atau maple syrup. Awalnya, salmon candy dianggap sebagai snack lokal, dan kini dikemas ulang sebagai produk premium.

Amerika dan Kanada tetap menjadi pasar utama salmon candy, yang dijual di toko oleh-oleh, pasar ikan, hingga restoran fine dining. Di Eropa, restoran fusion mulai mengadaptasi salmon candy sebagai gourmet appetizer.

Sedangkan di Asia seperti Jepang, Korea, dan Indonesia, tren salmon candy masuk lewat restoran modern dan konten media sosial. Salmon candy dipadukan dengan sushi, rice bowl, hingga sambal lokal.

Yang tak kalah menarik, salmon candy bukan hanya berakhir sebagai camilan. Banyak kafe dan resto yang menyajikannya sebagai teman minum kopi atau teh.

Ditemani kopi hitam, rasa manis gurih salmon candy bisa menyeimbangkan rasa pahit kopi. Dipadukan dengan teh hijau, rasa smokynya berbaur dengan aroma earthy. Mocktail citrus juga disebut menjadi pairing tepat, karena kesegaran lemon atau jeruk nipis yang memberi kontras segar.***