1. Home
  2. Nusarasa

Kecombrang, Bunga Ajaib dengan Aroma Segar yang Bikin Nagih

Nusarasa

Bunga ini bukan sekadar hiasan, melainkan rahasia dapur Nusantara yang membuat sambal matah lebih menggoda, ikan tongkol lebih harum, dan urap jadi lebih segar.

Kopitiam
Nasi goreng ayam kecombrang. (Soeat/Nday)

SOEAT - Ada satu aroma yang selalu berhasil mencuri perhatian bahkan sebelum hidangan menyentuh meja —segar, floral, sedikit pedas, dan bikin penasaran. Begitu harum itu tercium, kita tahu bahwa ada satu bintang dapur yang diam-diam bekerja di balik layar: kecombrang.

Bentuknya adalah sebuah bunga berwarna merah muda yang cantik. Aromanya segar, sedikit asam, dan langsung bikin masakan terasa hidup.

Bunga ini bukan sekadar hiasan, melainkan rahasia dapur Nusantara yang membuat sambal matah lebih menggoda, ikan tongkol lebih harum, dan urap menjadi lebih segar. Kecombrang yang dijuluki si bunga ajaib, yang kini kembali naik daun di dunia kuliner Indonesia.

Ya, di berbagai tempat bersantap hidangan Nusantara, rasanya menu yang berhubungan dengan kecombrang, hampir selalu bisa ditemukan. Mulai dari nasi goreng kecombrang, oseng tongkol pedas kecombrang, hingga rujak.

Media sosial juga punya peran besar dalam mempopulerkan kembali kecombrang. Hidangan dengan sentuhan bunga ini sering terlihat di konten food blogger, food reviewer, hingga restoran yang ingin tampil beda.

Para chef juga memanfaatkan kecombrang untuk menciptakan signature dishes yang unik. Aroma floral yang kuat membuat mereka bisa “bermain” dengan berbagai teknik memasak tanpa kehilangan karakter utama bahan. Dari hidangan grilled, stir-fry, hingga fermentasi ringan —kecombrang selalu berhasil tampil standout.

Selain itu, tren sustainability dan penggunaan bahan lokal semakin mendorong kecombrang menjadi pilihan favorit. Ia mudah ditemukan, tidak mahal, dan punya nilai budaya yang kuat.

Mengenal Kecombrang, Sang Pencuri Spotlight

Etlin hemisph
Honje (kecombrang) Etlin hemisph - wikimedia

Kecombrang (Etlingera elatior) —atau dikenal juga sebagai honje, kincung, dan bunga kantan, memiliki karakter aroma yang sangat khas. Ia bukan sekadar wangi, tetapi menghadirkan sensasi fresh, cerah, dan sedikit spicy yang membuat hidangan terasa lebih hidup.

Inilah yang membuatnya dijuluki sebagai “bunga ajaib”. Karena, dalam jumlah kecil saja, ia mampu mengubah profil rasa sebuah hidangan.

Ketika batang atau bunga kecombrang dipotong, keluarlah aroma segar seperti perpaduan jeruk, jahe, dan bunga-bungaan. Kombinasi inilah yang sulit digantikan oleh bahan lain. Tidak heran, masakan dengan kecombrang selalu meninggalkan jejak rasa memorable, bahkan bikin ketagihan.

Kecombrang sebenarnya sudah lama digunakan dalam kuliner tradisional Indonesia. Namun, penggunaannya berbeda-beda di tiap daerah.

Di Sumatra Utara, kecombrang tampil elegan dalam arsik ikan mas, sebuah hidangan ikonik yang bertumpu pada rempah dan asam segar. Di Sunda, batang kecombrang sering dipakai untuk menyegarkan sambal atau menjadi campuran pepes.

Sambal
Sambal matah. (Wikimedia Commons/Windi Utari)

Di Bali, batang mudanya (bongkot) diiris tipis untuk sambal mentah segar, serta olahan lawar yang kaya rasa. Kecombrang bukan sekadar pelengkap, tapi identitas rasa yang membuat masakan Nusantara berbeda dari kuliner negara lain.

Menariknya, di Malaysia dan Thailand, bunga kantan bahkan menjadi elemen penting dalam kuah asam pedas, laksa, hingga salad herbal. Ini membuktikan bahwa kecombrang punya tempat khusus di kuliner Asia Tenggara sebagai bahan yang mampu memberi identitas pada makanan.

Bukan Sekadar Bumbu Tambahan

Salah satu daya tarik kecombrang adalah fleksibilitasnya. Ia tidak hanya hadir dalam masakan rumahan klasik, tetapi juga sudah masuk ke ranah kuliner modern.

Banyak restoran kini bereksperimen dengan bahan ini. Mulai dari risotto kecombrang, sambal matah kecombrang, hingga pasta kecombrang dengan udang bakar. Hasilnya? Fusion yang unik dan menyenangkan.

ayam suwir kecombrang sambal matah
ayam suwir kecombrang sambal matah - pexelmarket

Kecombrang memiliki kemampuan menyatu dengan hidangan berbumbu kuat, tetapi juga bisa tampil dominan dalam menu yang lebih simpel. Saat dipadukan dengan ikan, ayam, atau udang, kecombrang memberikan sentuhan segar yang mengangkat keseluruhan rasa. Bahkan, dipakai sebagai pelengkap sambal saja, ia sudah bisa menciptakan dimensi rasa baru.

Setidaknya, ada lima fungsi utama kecombrang dalam masakan. Fungsinya adalah memberi aroma segar dan khas, menambah cita rasa masakan, penetral bau amis (terutama pada ikan dan seafood), penyedap alami tanpa perlu MSG, hingga menjadi hiasan cantik yang membuat masakan lebih menarik.

Mengapa Kita Begitu Tergila-gila pada Kecombrang?

Jawabannya sederhana: aromanya bikin nagih. Secara psikologis, aroma adalah pemicu memori yang sangat kuat.

Wangi kecombrang yang unik membuat orang langsung mengenali hidangan yang mengandungnya. Begitu terbiasa, kita akan kangen dan ingin merasakan lagi sensasi “meletup” yang diberikan bunga ini.

Honje (kecombrang)
Honje (kecombrang) - Novita / RRI Bandar Lampung

Selain itu, tren masyarakat yang semakin suka eksplorasi rasa membuat kecombrang kembali naik daun. Generasi muda yang hobi mencoba kuliner unik dan eksperimental menemukan bahwa kecombrang punya potensi besar —baik untuk masakan rumahan, kuliner restoran, maupun konten kuliner di media sosial.

Dan jangan lupa, di era makanan sehat seperti sekarang, bahan segar seperti kecombrang mendapat tempat istimewa. Banyak yang percaya bahwa kecombrang membantu pencernaan, memiliki sifat antimikroba, serta memberi kesan “fresh food” yang menenangkan.***