- Home
- Kulineran
Operasional Usaha Kuliner Pre-order Repot, Soeat Bikin Simpel
Menjalankan usaha kuliner dengan skema pre-order terjebak dalam "kekacauan operasional" karena masih mengandalkan cara manual.
SOEAT - Menjalankan bisnis kuliner dengan skema pre-order atau PO memang terlihat lebih aman. Namun, administrasinya sering terasa seperti mimpi buruk. Para pelaku kerap mengeluhkan persoalan ini seperti repotnya mencatat pesanan dari tumpukan chat WhatsApp yang tenggelam atau panik karena ada pembayaran dari pembeli yang lupa terverifikasi.
Banyak pelaku UMKM kuliner terjebak dalam "kekacauan operasional" karena masih mengandalkan cara manual. Kendala yang paling sering muncul antara lain.
Data berceceran karena pesanan tercatat di kertas atau spreadsheet yang tidak sinkron, rawan terselip, atau tertukar.
Verifikasi pembayaran yang melelahkan karena penjual harus mengecek mutasi bank satu per satu secara manual.
Logistik berantakan karena harus menghubungi kurir dan memantau status pengiriman satu demi satu. Proses ini memakan waktu berjam-jam yang seharusnya bisa digunakan untuk hal lain seperti memaksimalkan proses memasak.
Potensi Emas Model Bisnis Pre-Order
Potensi model bisnis kuliner pre-order sangatlah besar. Berdasarkan data industri tahun 2025, sektor makanan dan minuman Indonesia mencatatkan pertumbuhan hingga 6,5% dengan kontribusi UMKM mencapai 61% terhadap PDB nasional.
Model pre-order menjadi primadona karena mampu mengurangi food waste secara signifikan. Kemampuan ini menjadi tren dan sangat dihargai konsumen yang sadar akan kelestarian lingkungan. Selain itu, sistem PO memungkinkan UMKM memiliki cash flow yang lebih sehat karena pembayaran diterima di muka.
Kehadiran platform khusus PO dapat menawarkan margin keuntungan yang lebih besar bagi penjual karena biaya komisi yang jauh lebih rendah dibandingkan platform pesan-antar instan yang bisa mencapai 35%.
Soeat, Solusi dalam Genggaman untuk Bisnis Kuliner Pre-order
Soeat hadir menjawab tantangan yang dihadapi para pelaku UMKM kuliner tersebut. Soeat bukan sekadar platform pencatat pesanan, melainkan ekosistem teknologi lengkap yang didesain khusus untuk alur kerja pre-order.
Dengan menggunakan Soeat, pebisnis mendapatkan 3 manfaat utama:
Otomasi end-to-end mulai dari proses pemesanan hingga pembayaran yang terintegrasi, semua tercatat secara otomatis dalam satu dasbor.
Manajemen pengiriman seperti fitur delivery tracking yang memungkinkan penjual dan pelanggan memantau posisi pesanan tanpa perlu bertanya "Sudah sampai mana?" berulang kali.
Analisis bisnis yang tajam karena Soeat menyediakan data performa usaha. Penjual bisa tahu menu mana yang paling laku dan kapan waktu terbaik untuk melakukan promosi sehingga penjual dapat menyusun strategi yang lebih efektif.
Singkatnya, Soeat mengambil alih urusan "administrasi yang merepotkan" agar penjual bisa kembali fokus pada hal yang paling penting yaitu menghasilkan rasa makanan yang terbaik.***