- Home
- Kulineran
Mau Bisnis Kuliner Sistem Pre-order? Waspadai 6 Persoalannya
Mengandalkan WhatsApp atau DM Instagram sebagai buku pesanan adalah awal mula kekacauan dalam bisnis kuliner pre-order atau PO.
SOEAT - Menjalankan bisnis kuliner dengan sistem pre-order atau PO memang terlihat ideal untuk menekan modal dan mengurangi sisa bahan baku. Namun, di balik lezatnya hidangan yang disajikan, para pelaku UMKM sering berhadapan dengan "dapur kedua" yang tak kalah panas yaitu administrasi.
Tanpa sistem terintegrasi, niat ingin meraih untung malah bisa berujung kewalahan. Berikut ini 6 kendala utama yang sering menjadi batu sandungan bagi pebisnis kuliner PO.
Pencatatan Pesanan Berantakan
Mengandalkan WhatsApp atau DM Instagram sebagai buku pesanan adalah awal mula kekacauan. Pesanan sering terselip di tumpukan chat. Lebih buruk lagi, terlewat karena lupa tercatat. Akibatnya, ada pelanggan yang tidak mendapat pesanannya meski sudah membayar.
Drama Verifikasi Pembayaran Manual
Berapa banyak waktu yang dihabiskan untuk mencocokkan tangkapan layar (screenshot) bukti transfer dengan mutasi rekening? Selain melelahkan, cara manual ini sangat rawan penipuan bukti transfer palsu yang kian marak.
Manajemen Varian yang Membingungkan
Ada kalanya, penjual mendapat pesanan dengan detail “satu porsi pedas tanpa seledri, satu lagi porsi besar ekstra topping”. Mengatur varian menu secara manual sering memicu kesalahan produksi. Satu kesalahan kecil pada varian rasa bisa merusak reputasi merek di mata pelanggan.
Waktu Tunggu Terlalu Lama dan Tidak Pasti
Tanpa notifikasi perkembangan proses produksi, pelanggan sering merasa cemas menunggu pesanan mereka. Waktu tunggu yang terasa lama tanpa kepastian status produksi sering membuat pelanggan ragu melakukan pemesanan ulang atau repeat order.
Logistik dan Pengiriman Tidak Praktis
Menghubungi kurir satu per satu dan mengirimkan nomor resi secara manual kepada setiap pelanggan adalah pemborosan waktu. Belum lagi jika pelanggan terus-menerus bertanya, "Sampai mana pesanannya, Kak?"
Minimnya Analisis Bisnis
Banyak pelaku UMKM tidak tahu menu mana yang paling laku atau kapan waktu tersibuk mereka. Tanpa data, penjual hanya menebak-nebak strategi promosi tanpa landasan kuat.
Soeat Solusi Kuliner PO
Para pelaku bisnis kuliner PO tidak perlu lagi terjebak dalam kerumitan manual. Soeat hadir sebagai platform teknologi kuliner yang didesain khusus mengotomasi seluruh alur bisnis PO. Soeat bertindak sebagai asisten pribadi digital yang melayani berbagai aspek usaha.
Semua pesanan masuk ke satu dasbor yang rapi berdasarkan varian yang dipilih pelanggan.
Mendukung berbagai opsi pembayaran (QRIS, virtual account, E-wallet, transfer bank) dengan verifikasi otomatis, sehingga penjual tak perlu lagi mengecek mutasi manual.
Sistem pengiriman yang terintegrasi memungkinkan penjual dan pelanggan memantau posisi makanan secara real-time.
Soeat membantu penjual menjalankan promosi yang tepat sasaran dan memberi laporan analisis bisnis yang tajam untuk membantu mengambil keputusan strategis.
Dengan Soeat, biarkan teknologi yang bekerja keras mengurus admin, sementara penjual bisa fokus menciptakan mahakarya kuliner di dapur.***