- Home
- Sehat
Apakah Seblak Sehat? Ini Kandungan Gizi dan Fakta Nutrisinya
Dengan pemilihan bahan yang tepat dan cara penyajian yang lebih sehat, seblak tetap bisa menjadi bagian dari pola makan yang seimbang.
SOEAT - Seblak dikenal sebagai salah satu jenis hidangan yang memiliki nilai kalori tinggi. Hal itu lantaran seblak seringkali diasosiasikan dengan kerupuk -bahan makanan yang dinilai kurang sehat.
Padahal, seblak juga bisa dibuat dari bahan-bahan lain yang memiliki nilai kandungan gizi dan nutrisi baik. Tambahan bahan seperti telur, bakso, mie, jamur, dan ceker ayam, bisa digunakan sebagai topping yang lezat.
Dengan pemilihan bahan yang tepat dan cara penyajian yang lebih sehat, seblak tetap bisa menjadi bagian dari pola makan yang seimbang. Bagaimana sebenarnya kandungan gizi dan fakta nutrisinya?
Dilansir dari laman halodoc, dalam satu porsi atau sekitar 200 gram seblak mengandung kira-kira sebanyak 262 kalori. Jumlah tersebut terdiri dari 45 persen karbohidrat atau setara 31,15 gram, 43 persen lemak atau setara 13,31 gram, serta 12 persen protein atau setara 8,15 gram.
Nilai kalori
Berikut rincian bahan seblak dan kalorinya:
Kerupuk. Sebagai bahan dasar, kerupuk menyumbang sekitar 460 kilo kalori (kkal) dalam setiap 100 gram seblak.
Telur. Ini juga menjadi bahan seblak yang umum digunakan. Kalori 1 butir telur yang besar adalah sebanyak 74 kalori.
Sosis. Dalam 1 buah sosis ayam (75 gram), jumlah kalori yang terkandung dalamnya adalah 160 kkal.
Bakso. Terdapat 57 kalori dalam satu buah bakso daging sapi sedang.
Ceker ayam. Seblak juga terasa kurang tanpa topping ceker ayam. Namun, tahukah bahwa dalam satu ceker ayam yang kecil, terdapat 212 kalori.
Mi. Selain itu, mi juga sering menjadi salah satu pilihan karbohidrat dalam hidangan seblak. Dalam 1 porsi atau 1 mangkok mie yang sudah masak, terdapat 219 kalori.
Kwetiau. Pilihan karbohidrat lainnya adalah kwetiau. Jumlah kalori dalam 100 gram kwetiau adalah 175 kkal.
Kandungan tersebut menyebabkan jumlah kalori dalam seporsi seblak yang menjadi cukup tinggi. Sehinga untuk kita yang ingin menurunkan atau menjaga berat badan, tidak bisa sering-sering mengonsumsi makanan pedas satu ini.
Tinggi sodium
Seblak memiliki cita rasa gurih yang berasal dari garam dan penyedap rasa. Akan tetapi, kandungan sodium dalam seblak bisa cukup tinggi, terutama jika menggunakan kerupuk yang sudah mengandung garam dalam jumlah besar.
Konsumsi sodium berlebihan dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi dan gangguan kesehatan lainnya. Sebagai alternatif, kita bisa mengurangi penggunaan garam dan memilih kaldu alami sebagai penyedap.
Tingkatkan kandungan protein
Seblak bisa menjadi sumber protein jika ditambahkan bahan seperti telur, bakso, ayam, atau jamur. Namun, jika hanya mengandalkan kerupuk sebagai bahan utama, kandungan proteinnya cenderung rendah.
Jadi, untuk menjadikannya lebih bernutrisi, tambahkan sumber protein berkualitas. Misalnya tahu, tempe, atau daging ayam tanpa lemak.
Efek konsumsi seblak berlebihan
Meskipun lezat, konsumsi seblak secara berlebihan dapat berdampak kurang baik bagi kesehatan. Beberapa risiko yang perlu diperhatikan antara lain gangguan pencernaan akibat kandungan cabai yang tinggi.
Selain itu, lonjakan gula darah karena karbohidrat sederhana dalam kerupuk. Kekurangan nutrisi juga bisa terjadi jika seblak dikonsumsi sebagai makanan utama tanpa tambahan bahan bergizi.
Tips membuat seblak lebih sehat
Jika ingin menikmati seblak tanpa khawatir soal kesehatan, kita bisa mencoba beberapa cara seperti menggunakan lebih banyak sayuran untuk meningkatkan kandungan serat. Selain itu, pilih kerupuk yang lebih alami tanpa bahan tambahan berlebihan.
Kurangi penggunaan garam dan penyedap rasa, ganti dengan kaldu alami. Jangan lupa tambahkan protein berkualitas seperti telur, ayam, atau tahu.***