- Home
- Kulineran
Santorini sampai Hutan Pinus: 7 Tempat Dinner Romantis di Dago & Ciumbuleuit Bandung
Nikmati makan malam penuh suasana di Bandung utara, dari kafe ala Yunani hingga taman terbuka dengan suasana sejuk. Harga mulai Rp 20.000 saja.
SOEAT - Tak perlu reservasi mahal atau dress code khusus untuk menikmati malam yang romantis di Bandung. Di kawasan Dago dan Ciumbuleuit, banyak tempat makan yang menghadirkan suasana hangat tanpa kesan mewah yang dibuat-buat.
Di sinilah tempat terbaik untuk menyesap kopi hangat sambil melihat langit berbintang, atau makan malam santai di gazebo bambu berlatar citylight Bandung.
Setiap tempat punya ciri khas: ada yang terasa seperti melangkah ke Yunani, ada yang membawa kita ke dalam taman rahasia. Semua bisa dinikmati hanya dengan bujet Rp 20.000–100.000—cukup untuk mengubah malam biasa menjadi kenangan yang tak biasa.
Orofi Cafe by The Valley: Sentuhan Santorini di Bukit Bandung

Warna Putih-Biru dan Panorama Kota dari Ketinggian
Orofi Café di kawasan Bukit Pakar memikat sejak pandangan pertama. Dinding putih dengan aksen biru khas Santorini, tangga melingkar, dan balkon terbuka menghadap citylight Bandung menciptakan pengalaman bersantap yang terasa seperti liburan ke Mediterania.
Saat matahari mulai tenggelam, cahaya keemasan memantul di permukaan tembok dan lantai batu, memberi kesan dramatis yang kerap dijadikan latar foto. Menu western-fusion seperti beef wellington, omelette Orofi, dan thin crust pizza dibanderol antara Rp 50.000 hingga Rp 100.000. Banyak pengunjung menyebut Orofi sebagai tempat dengan “nuansa serba putih yang bikin foto terasa seperti sesi pre-wedding tak resmi.”
Skyline Best View Resto: Dinner Murah, Panorama Mewah

Rooftop 360° dengan Harga Mulai 30 Ribuan
Skyline Best View Resto berdiri di Dago Pakar dengan konsep tiga lantai terbuka yang menghadap ke seluruh penjuru kota. Saat malam tiba, Bandung terlihat seperti lautan cahaya yang mengalir dari horizon hingga ke kaki bukit.
Meja pinggir kaca jadi incaran utama para pasangan yang datang sebelum pukul 19.00, berburu golden hour hingga citylight sempurna. Menu favorit termasuk crispy duck dan creamy mushroom pasta, dengan harga mulai dari Rp 30.000. Panorama 360 derajat membuat setiap sudut terasa seperti frame sinematik yang tak habis dipotret.
The Stone Cafe: Akustik Eropa dalam Gazebo Kayu

Musik Live dan Makan Malam di Udara Pegunungan
Tersembunyi di Dago Atas, The Stone Café menghadirkan nuansa pedesaan Eropa dengan sentuhan lokal. Gazebo bambu bertingkat menyebar di lereng, menawarkan pemandangan lampu kota dari balik pepohonan.
Suara gitar akustik dari panggung kecil mengiringi suasana malam yang tenang. Menu seperti sop buntut bakar, chicken cordon bleu, dan combo BBQ dibanderol Rp 50.000–75.000. Suasananya romantis tanpa dibuat-buat, cocok untuk makan malam yang berlangsung lama tanpa terasa waktu berjalan.
Cafe D’Pakar: Suara Pinus, Harga Ramah

Menikmati Senja di Tepi Hutan Bandung
Terletak di tepian hutan lindung Dago, Café D’Pakar menyuguhkan pengalaman bersantap di antara pepohonan pinus dan udara segar pegunungan. Meja kayu tersebar di area outdoor, sebagian menghadap langsung ke arah matahari terbenam.
Menu seperti roti bakar choco smurf dan nasi goreng D’Pakar dijual mulai Rp 13.000, menjadikan tempat ini pilihan favorit untuk mahasiswa dan pasangan muda. Suasana tenang kerap diiringi suara alam—termasuk satwa liar seperti monyet yang kadang melintas di kejauhan, memberi kesan alami yang tak dibuat-buat.
Goldstar 360 Café: Santorini dalam Gua Modern

Gua Batu Putih dan Rooftop Citylight
Di Jalan Bahureksa, Goldstar 360 Café menghadirkan pengalaman bersantap yang tidak biasa. Lantai bawahnya dirancang menyerupai gua batu kapur berwarna putih, mengingatkan pada rumah-rumah Yunani di tebing Laut Aegea. Lantai atasnya merupakan rooftop dengan panorama kota Bandung.
Menu yang ditawarkan meliputi Greek-style pizza, spaghetti aglio olio, hingga es krim baklava, dengan harga mulai dari Rp 20.000. Bagi pasangan, tempat ini ideal untuk menikmati makan malam yang unik di ruang bernuansa gua, sebelum naik ke rooftop untuk menikmati pemandangan malam.
Nara Park: Piknik Malam di Taman Kuliner Terpadu

Satu Tempat, Banyak Dapur, Banyak Suasana
Di kawasan Ciumbuleuit, Nara Park menjadi destinasi kuliner berbasis ruang terbuka. Didesain menyerupai taman kota dengan lampu kuning temaram, tempat ini memadukan tujuh gerai kuliner yang menyatu dalam satu kompleks.
Pengunjung bisa duduk lesehan di atas rumput atau memilih meja dekat kolam kecil untuk suasana yang lebih tenang. Menu mulai dari salmon teriyaki bento hingga laksa ditawarkan dengan harga mulai Rp 29.000. Kombinasi suasana alam dan fleksibilitas pilihan menu menjadikan Nara Park pilihan ideal untuk makan malam berdua di akhir pekan.
Caringin Tilu (Cartil): Romantika Lampu Kota dari Warung Lesehan

Sederhana, Hangat, dan Selalu Ramai
Jika anggaran terbatas tapi ingin pengalaman berkesan, Cartil adalah jawabannya. Terletak di Padasuka, kawasan ini menawarkan pemandangan citylight Bandung dari ketinggian tanpa biaya masuk. Cukup mampir ke warung lesehan, pesan pisang goreng, nasi goreng, atau bandrek seharga belasan ribu, lalu duduk di kursi bambu menghadap ke lanskap malam.
Udaranya sejuk bahkan menjelang dingin. Beberapa warung menyediakan selimut atau jaket bagi pengunjung yang ingin mengobrol lebih lama. Suasana tenang dan pemandangan terbuka menjadikan Cartil favorit banyak pasangan yang ingin menikmati Bandung tanpa harus keluar biaya besar.
Dago dan Ciumbuleuit menghadirkan pilihan tempat makan malam yang beragam—baik dari sisi rasa, suasana, maupun pengalaman visual. Dari interior bertema Eropa hingga warung lesehan dengan citylight gratis, semuanya menawarkan versi romantisnya sendiri. Bagi pasangan, setiap tempat bisa menjadi kenangan, baik lewat foto di bawah lampu gantung atau lewat secangkir bandrek di bawah langit terbuka.***