- Home
- Sehat
Bukan Cuma Jagung! Ini 10 Bahan Makanan yang Paling Banyak Direkayasa Genetiknya
BPOM udah keluarin 78 persetujuan pangan GMO di Indonesia dan ini daftarnya. Yuk kenali biar belanja makin cerdas.
SOEAT - Kalau kamu pikir GMO itu cuma urusan ilmuwan di laboratorium yang jauh dari kehidupan kamu, tunggu dulu. Ternyata, beberapa bahan makanan yang setiap hari ada di dapur kamu adalah kandidat teratas dalam daftar tanaman paling banyak direkayasa genetiknya di dunia.
Nggak percaya? Yuk kita bahas satu-satu!
Kenapa Bahan Makanan Di-GMO?
Sebelum masuk ke daftarnya, penting dulu tahu alasannya. Tanaman dimodifikasi secara genetik umumnya buat bikin mereka lebih tahan hama, tahan cuaca ekstrem, hasil panen lebih banyak, atau usia simpan lebih panjang.
Dan hasilnya? Produksi pangan jadi lebih efisien dan murah. Makanya banyak produsen makanan olahan yang memakai bahan-bahan ini secara masif.
Di Indonesia sendiri, BPOM sudah menerbitkan 78 persetujuan keamanan pangan GMO sejak 2011 hingga Maret 2025, jadi ini bukan hal baru, dan sudah melewati proses pengkajian keamanan yang ketat.
10 Bahan Makanan yang Paling Sering Mengandung GMO
Jagung
Ini juara satu! Sekitar 29% produksi jagung dunia sudah berasal dari varietas GMO. Di Indonesia, BPOM bahkan sudah mengeluarkan 36 persetujuan khusus untuk produk jagung GMO, paling banyak dibanding komoditas lain.
Produk turunannya yang sering kamu konsumsi tanpa sadar:
Tepung jagung (untuk keripik, makanan ringan)
Sirup fruktosa jagung tinggi (ada di soft drink dan permen)
Minyak jagung
Kedelai
Hampir 83% produksi kedelai dunia sudah berstatus GMO! Di Indonesia, BPOM menerbitkan 19 persetujuan produk kedelai GMO.
Yang bikin ini terasa dekat banget: tahu, tempe, susu kedelai, dan minyak kedelai yang kamu konsumsi sehari-hari sangat mungkin berasal dari kedelai GMO, terutama yang diimpor dari AS.
Fun fact: BPOM mencatat 90% minyak kedelai di Indonesia berasal dari kedelai GMO yang sudah disetujui aman.
Kanola (Minyak Goreng)
Hampir 25% produksi minyak kanola dunia berasal dari varietas GMO. Kamu mungkin mengenalnya sebagai salah satu bahan minyak goreng atau margarin yang sering ada di supermarket. BPOM sudah mengeluarkan 9 persetujuan untuk produk kanola GMO.
Kapas (Minyak Biji Kapas)
Tunggu, kapas? Iya! 75% produksi kapas dunia sudah GMO. Relevansinya ke makanan: minyak biji kapas sering dipakai sebagai bahan dalam produk makanan olahan, keripik, hingga shortening. Di Indonesia, sudah ada 6 persetujuan pangan berbasis kapas GMO.
Gula Bit (Sugar Beet)
Ini yang paling sering nggak disadari. Gula yang kamu pakai bisa jadi berasal dari bit gula GMO, terutama produk impor dari AS dan Kanada. Gula bit GMO didesain buat tahan herbisida supaya proses pertaniannya lebih efisien.
Gandum & Tepung Terigu
Meski adopsi GMO pada gandum belum seluas jagung dan kedelai, sudah ada persetujuan masuk ke Indonesia. Artinya, produk tepung terigu tertentu sudah bisa termasuk dalam kategori bahan baku PRG (Produk Rekayasa Genetik).
Kentang
Di tingkat global, kentang GMO (terutama dari AS) sudah dimodifikasi buat tahan penyakit busuk daun dan mengurangi kandungan akrilamida saat digoreng. Di Indonesia, kentang GMO juga sudah punya jalur persetujuan BPOM.
Tebu (Gula & Minuman Manis)
Tebu GMO dimodifikasi untuk meningkatkan kandungan sukrosa dan tahan kekeringan. BPOM sudah memberikan 3 persetujuan untuk produk tebu rekayasa genetik, artinya gula yang kamu pakai buat bikin es teh bisa jadi berasal dari sini.
Tomat
Tomat GMO memang lebih dikenal dalam sejarah karena Tomat Flavr Savr salahsaru tomat pertama yang dimodifikasi supaya lebih tahan lama dan nggak cepat busuk. Di Indonesia, tomat GMO sudah diteliti dan beberapa variannya beredar, terutama dalam produk olahan (saus, pasta tomat).
Pepaya
Nah, ini yang paling khas Indonesia-Asia! Pepaya GMO terkenal dengan varietas "Rainbow Papaya" dari Hawaii yang dimodifikasi buat tahan virus ringspot yang waktu itu hampir memusnahkan seluruh industri pepaya. Di Indonesia, pepaya rekayasa genetik juga sudah mulai dikembangkan.
Cara Cek Produk GMO di Kemasan (Versi BPOM)
Berdasarkan Peraturan BPOM Nomor 19 Tahun 2024, ada aturan jelas soal ini:
Produk yang mengandung minimal 5% bahan GMO wajib mencantumkan label khusus
Label bisa berupa tulisan "Mengandung Bahan Hasil Rekayasa Genetik"
Kalau nggak ada label itu, berarti kandungan GMO-nya di bawah ambang batas, atau produk tersebut memang bebas GMO
Gimana Sikap Kita Sebagai Konsumen?
Kuncinya bukan panik, tapi jadi konsumen yang lebih melek label. Berikut langkah simpelnya:
Cek label kemasan sebelum beli — cari tanda "Non-GMO" atau "Bebas Rekayasa Genetik"
Pilih produk organik bersertifikat kalau kamu ingin benar-benar zero GMO
Beli produk lokal non-impor untuk bahan seperti kedelai — lebih besar kemungkinannya non-GMO
Jangan terlalu paranoid — semua produk GMO yang beredar di Indonesia sudah melewati kajian keamanan BPOM
Dari jagung sampai pepaya, bahan makanan yang paling sering mengandung GMO ternyata adalah bahan-bahan yang paling sering kita temui sehari-hari. Bukan berarti harus dihindari total, tapi tahu itu lebih baik daripada tidak tahu, kan? Sekarang kamu udah lebih siap jadi pembeli yang cerdas.***