1. Home
  2. Resepedia

5 Tips Memilih Bakmi Berkualitas di Pasar atau Supermarket

Memilih bakmi berkualitas tidak bisa dilakukan sembarangan. Banyak faktor yang perlu diperhatikan, mulai dari tekstur mi, bahan baku, hingga cara penyimpanan.

Mi.
Adonan mi sebelum diolah. (Pixabay/May1214)

SOEAT - Bakmi adalah salah satu hidangan yang memiliki tempat istimewa dalam kuliner Asia, terutama di Indonesia. Dari bakmi ayam hingga bakmi seafood, setiap jenis bakmi memiliki karakteristik unik yang membuatnya istimewa.

Untuk masyarakat yang seringkali membuat olahan mi sendiri, perkara memilih bakmi berkualitas di pasar atau supermarket bukanlah hal yang bisa dilakukan sembarangan. Banyak faktor yang perlu diperhatikan, mulai dari tekstur mi, bahan baku, hingga cara penyimpanan.

Restoran dan pedagang bakmi memiliki standar tertentu dalam memilih mi yang berkualitas agar hasil akhirnya tetap kenyal, lezat, dan tidak mudah patah saat dimasak. Nah, jika ingin mendapatkan bakmi terbaik untuk hidangan di rumah, berikut lima tips yang bisa kita terapkan saat berbelanja di pasar atau supermarket.

Perhatikan Jenis Mi yang Dijual

Bakmi tersedia dalam berbagai jenis, mulai dari mi basah, mi kering, mi telur, hingga mi instan. Setiap jenis memiliki karakteristik yang berbeda dan cocok untuk berbagai jenis masakan.

Mi basah biasanya lebih kenyal dan memiliki rasa yang lebih gurih karena mengandung telur. Mi ini sering digunakan dalam bakmi ayam atau bakmi pangsit.

Mi kering.
Mi kering. (Pixabay/Viarami)

Mi kering lebih tahan lama dan cocok untuk disimpan dalam waktu yang lebih lama. Mi ini biasanya perlu direbus sebelum digunakan.

Mi telur memiliki warna kuning alami dan tekstur lebih elastis karena kandungan telur yang lebih tinggi. Sedangkan mi instan lebih praktis, tetapi sering kali mengandung bahan tambahan seperti pengawet dan perasa buatan.

Periksa Tekstur dan Warna Mi

Tekstur dan warna mi adalah indikator utama kualitasnya. Mi yang berkualitas tinggi biasanya memiliki tekstur elastis, tidak mudah patah, dan warna yang cerah.

Mi yang terlalu pucat atau memiliki warna yang tidak merata bisa menjadi tanda bahwa mi sudah lama disimpan atau mengandung bahan tambahan yang berlebihan. Sedangkan mi yang terlalu kering atau mudah patah biasanya sudah kehilangan kelembapan dan tidak akan menghasilkan tekstur yang kenyal saat dimasak.

Ketika berada di pasar atau supermarket, sentuh mi sebelum membeli. Mi yang berkualitas biasanya terasa sedikit lembut dan lentur, bukan kaku atau rapuh.

Cek Aroma dan Kesegaran Mi

Aroma adalah indikator penting dalam memilih bakmi berkualitas. Mi yang segar biasanya memiliki aroma tepung atau telur yang alami, sementara mi yang sudah lama disimpan bisa memiliki bau apek atau sedikit asam.

Jika membeli mi basah, pastikan tidak ada bau yang menyengat atau tidak sedap. Sedangkan ketika membeli mi kering, pastikan kemasannya masih dalam kondisi baik dan tidak ada tanda-tanda kelembaban yang bisa menyebabkan mi berjamur.

Jika memungkinkan, tanyakan kepada penjual kapan mi tersebut dibuat atau dikemas untuk memastikan kesegarannya.

Pilih Mi dengan Bahan Berkualitas

Bahan baku yang digunakan dalam pembuatan mi sangat berpengaruh terhadap rasa dan teksturnya. Mi berkualitas tinggi biasanya dibuat dengan tepung terigu berkualitas, telur segar, dan sedikit garam.

Mi.
Ilustrasi mi yang siap diolah untuk berbagai hidangan. (Pixabay)

Hindari mi yang mengandung terlalu banyak bahan tambahan seperti pewarna buatan atau pengawet. Sementara itu, mi yang dibuat dengan telur segar biasanya memiliki rasa lebih gurih dan tekstur lebih elastis.

Jangan lupa untuk memeriksa daftar bahan pada kemasan jika membeli mi di supermarket. Pilih mi yang memiliki bahan alami dan tidak mengandung terlalu banyak zat tambahan.

Perhatikan Cara Penyimpanan Mi

Cara penyimpanan mi juga berpengaruh terhadap kualitasnya. Mi yang disimpan dengan baik akan tetap segar dan tidak mudah rusak.

Mi basah harus disimpan dalam lemari pendingin dan digunakan dalam waktu beberapa hari setelah dibeli. Sedangkan mi kering harus disimpan di tempat yang kering dan sejuk agar tidak terkena kelembaban yang bisa menyebabkan jamur.

Mi instan biasanya memiliki masa simpan lebih lama, tetapi tetap perlu diperiksa tanggal kedaluwarsanya. Untuk kita yang membeli mi di pasar tradisional, pastikan mi tidak terkena debu atau disimpan di tempat yang terlalu panas.***