- Home
- Sehat
Teh Putih vs Teh Hijau: Mana yang Lebih Baik untuk Tubuh?
Keduanya berasal dari tanaman yang sama, Camellia sinensis, namun diproses dengan cara berbeda. Keduanya juga sama-sama menawarkan karakteristik unik.

SOEAT - Di tengah masyarakat yang semakin memiliki kesadaran terhadap gaya hidup sehat, kita seringkali dihadapkan pada banyak pilihan. Mulai dari pola makan, olahraga, hingga minuman harian.
Salah satu pilihan yang tampak sederhana namun menyimpan kekuatan luar biasa adalah teh. Soal kesehatan, ada dua teh yang kerap disandingkan dalam reputasi dan manfaat: teh putih dan teh hijau.
Keduanya berasal dari tanaman yang sama, Camellia sinensis, namun diproses dengan cara berbeda. Keduanya juga sama-sama menawarkan karakteristik unik.
Teh hijau telah lama dikenal sebagai minuman pelindung jantung dan pembakar lemak, sementara teh putih, dengan proses minimalisnya, menyimpan antioksidan dalam bentuk paling murni.
Mari kita selami perbedaan keduanya. Bukan hanya sebatas dari sisi nutrisi, tapi juga dari filosofi rasa dan dampaknya terhadap tubuh.
Asal dan Proses Produksi
Teh Hijau dipetik dari daun muda, lalu segera dipanaskan (melalui pengukusan atau pemanggangan) untuk menghentikan oksidasi. Proses ini menjaga warna hijau alami dan kandungan EGCG tetap tinggi.
Sementara teh putih, diambil dari kuncup dan daun paling muda, lalu hanya melalui pelayuan dan pengeringan alami. Karena minim intervensi, teh putih menjadi jenis teh paling sedikit diproses, mempertahankan struktur daun dan senyawa bioaktif secara utuh.
Kandungan Nutrisi dan Antioksidan
Teh hijau dan teh putih sama-sama mengandung antioksidan kuat, tetapi cara mereka "menyampaikannya" kepada tubuh sangat berbeda. Teh hijau mengandalkan EGCG (Epigallocatechin Gallate) sebagai senjata utama.
EGCG dikenal karena kemampuannya melawan radikal bebas, memperbaiki sel rusak, dan menekan pertumbuhan abnormal pada tingkat sel. Kombinasi katekin dan flavonoid membuat teh hijau menjadi benteng aktif bagi tubuh yang menghadapi polusi, stres, dan penuaan dini.
Di sisi lain, teh putih menyimpan antioksidan dalam bentuk yang lebih utuh dan murni. Karena proses pengolahannya yang minimal (hanya pelayuan dan pengeringan lembut), struktur polifenol dalam teh putih tetap stabil.
Ia mungkin tidak seaktif EGCG, tapi kekuatannya terletak pada kestabilan dan kedalamannya. Teh putih adalah pelindung yang bekerja perlahan, namun menyeluruh, menjaga tubuh dari akar terdalamnya.
Sementara itu, teh hijau mengandung 30–70 mg kafein per cangkir, cukup untuk memberi semangat di pagi hari, meningkatkan fokus, dan mengurangi rasa kantuk tanpa efek samping yang ekstrem. Sedangkan teh putih, memiliki kadar kafein sekitar 6–55 mg per cangkir, tergantung jenis dan proses.
Untuk kandungan L-theanine yang menenangkan tubuh, teh hijau lebih unggul. Teh hijau dikenal kaya akan L-theanine, yang menyeimbangkan efek kafein dan membantu mengurangi stres. Ini sebabnya teh hijau sering disarankan saat menghadapi tekanan kerja atau saat konsentrasi dibutuhkan tanpa ketegangan.
Teh putih juga mengandung L-theanine, meski dalam kadar yang lebih ringan. Namun dalam kombinasi dengan polifenol dan profil kafein yang halus, efeknya tetap terasa.
Vitamin dan mineral juga menyempurnakan kandungan teh. Teh hijau mengandung vitamin B kompleks yakni B1, B2, B3, dan B6, serta dan mineral seperti potasium dan magnesium yang mendukung fungsi saraf, metabolisme energi, serta daya tahan tubuh terhadap tekanan harian.
Teh putih menyumbang fluoride alami, yang memperkuat enamel gigi dan mencegah plak. Ia juga mengandung tanin, senyawa yang mampu memperkuat daya tahan tubuh dan memperlambat proses oksidatif, serta flavonoid yang baik untuk jantung dan pembuluh darah.
Meski tidak seberagam teh hijau dalam hal vitamin, teh putih mengungguli dalam peran perlindungan sistemik dan regeneratif.***